STUDI RESEPSI TENTANG HASRAT TOKOH UTAMA FILM DOKUMENTER LGBT: EMAK DARI JAMBI

Arif Zuhdi Winarto

Abstract


Artikel penelitian ini adalah analisis resepsi terhadap alumni mahasiswa Kajian Budaya dan Media UGM tahun 2015 pada film dokumenter bertema LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) berjudul “Emak dari Jambi”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasrat tokoh utama melalui tayangan film, relasi pemaknaan dengan tema film sehingga memberikan penggambaran mendalam pada makna-makna yang terdapat di dalam film. Penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi yang lebih ditekankan pada oposisi makna dan negosiasi makna. Konstruksi makna yang dibangun oleh subjek penelitian dilakukan dengan teknik triangulasi data, yakni daftar pertanyaan tertulis, wawancara dan diskusi. Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana hasrat muncul lalu dipenuhi dengan menggunakan psikoanalisis Jacques Lacan menurut pandangan mahasiswa UGM. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan makna tentang hasrat tokoh utama dalam film tersebut.Melalui framing Lacan, pemaknaan hasrat hasil analisis resepsi diidentifikasi menjadi hasrat ‘menjadi’ dan hasrat ‘memiliki’. Dalam hasrat ‘menjadi’ oleh sebagian responden, ditemukan bahwa Anggun Pradesha pada film ini ingin menjadi identitas yang diakui dan dihargai dalam stigma kebebasan, kebebasan dalam membentuk dan memoles diri melalui fenomena performativitas. Hal tersebut kemudian pada tahapan lebih lanjut oleh Anggun Pradesha divisualisasikan melalui hasrat menjadi sutradara dalam film dokumenter tentang dirinya yang melakukan praktik performativitas.

Keywords


Film, Dokumenter, Studi Resepsi, Hasrat & LGBT

Full Text:

PDF

References


Wattimena, Reza A.A, 2012. Hasrat Manusia (http:// rumahfilsafat.com /2012/05/19/thomasaquinas-tentang-hasrat-manusia/ November 10 , 2015)

Bracher, Mark. 2009. Jacques Lacan,Diskursus,dan Perubahan Sosial:Pengantar Kritik Budaya Psikoanalisis. Jalasutra: Yogyakarta.

Masayu R, Hannum. 2017. Memaknai Representasi Waria dalam Media Massa (Analisis Resepsi Audiens Terhadap Representasi Waria dalam Film Dokumenter Renita).Ilmu Komunikasi. Universitas Gadjah Mada.

Nugroho, Garin., & Herlina. S Dyna. (2015). Krisis dan Paradoks Film Indonesia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Lacan, Jacques. 1977. Ecrits: A Selection, London: Tavistock.

Handayani, Wuri Sayekti (2009) Pondok Pesantren Senin-Kamis dan Marjinalisasi Waria. Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan’, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Puspitosari, Hesti & Sugeng Pujileksono (2005) Waria dan Tekanan Sosial. Malang: UMM Press.

Butler, Judith (1990/1999) Gender Trouble, Feminism and the Subversion of Identity.

Alimi, Moh Yasir (2004) Dekonstruksi Seksualitas Poskolonial. Yogyakarta: LKIS.

Parensi, D.A. 2005. Film Media dan Seni. Jakarta: FFTV IKJ.

Anindyajati, P. 2019. Dinamika Meruang Kaum Transpuan di Yogyakarta. Magister Perencanaan Wilayah dan Kota. Universitas Gadjah Mada.

Larno, 2015, Slang Waria Yogyakarta: Kajian Sosiolinguistik. Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada.

Nash, Kate 2010. Exploring Power and Trust in Documentary: a Study of Tom Zubrycki’s Molly and Mobarak. Studies in Documentary Film.Vol.4 Number 1. Tasmania University.

Hall, Stuart, 1997. Representation: Cultural Representation and Signifying Practices. Londong: Sage Publication Ltd.

Barker, Chris, 2008, Cultural Studies: Teori & Praktik, Yogyakarta: Kreasi Wacana.




DOI: https://doi.org/10.33758/mbi.v14i10.585

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


____________________________________________
MEDIA BINA ILMIAH

ISSN 1978-3787 (print) | 2615-3505( online)
Published by BINA PATRIA | Email: laloemipa@gmail.com

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

View My Stats